GEMPA SUMATERA BARAT

E-mail Print PDF
Menurut data dari Satkorlak tanggal 4 Oktober 2009, pukul 00.00, jumlah korban yang meninggal mencapai 611 orang dan yang masih terjepit/hilang 347 orang.

Sedikitnya 400 lebih warga di Dusun Cumanak, Lubuk Laweh, dan Pulau Koto, Nagari Tandikek, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat masih tertimbun akibat longsor yang terjadi akibat gempa 7,6 skala Richter pada 30 September 2009.

Kepala Sekretariat Satkorlan Penanggulangan Bencana, Ade Edward, Sabtu (3/10), menuturkan data kerusakan sebanyak 21. 736 rumah rusak berat:

150 unit di Kota Padang,
180 unit di Kota Bukittinggi,
160 unit di Kota Padang Panjang,
24 unit di Kabupaten Tanah Datar,
10.131 unit di Kabupaten Padang Pariaman,
8.548 unit di Kabupaten Agam,
89 unit di Kabupaten Solok,
111 unit di Kabupaten Dharmasraya,
1.012 unit di Kabupaten Pasaman Barat, dan
1.327 unit di Kabupaten Solok Selatan.

Untuk rumah rusak sedang sebanyak 6.721 unit:
200 unit di Kota Padang,
44 unit di Kabupaten Tanah Datar,
2.796 unit di Kabupaten Agam,
105 unit di Kabupaten Solok,
730 unit di Kabupaten Pasaman Barat, dan
2.846 unit di Kabupaten Pesisir Selatan.

Untuk rusak ringan sebanyak 9.572 unit:
1.500 unit di Kota Padang,
50 unit di Kota Bukittinggi,
50 unit di Kota Padang Panjang,
418 unit di Kabupten Tanah Datar,
60 unit di Kabupaten Padang Pariaman,
2.389 unit di Kabupaten Agam,
141 unit di Kabupaten Solok,
93 unit di Kabupaten Pasaman,
1.156 unit di Kabupaten Pasaman Barat, dan
3.715 di Kabupaten Pesisir Selatan.

Hingga Sabtu ini, masyarakat kota Padang masih memadati stasiun-stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Antrean kendaraan pun masih mengular hingga badan-badan jalan, misalnya di Jl Veteran, tepat di depan kantor Pertamina.

Sejumlah korban gempa 7,6 skala Richter di Kenagarian Tandikek, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, mulai terserang diare, flu, dan demam akibat kedinginan berada di tenda darurat.

Pada hari minggu ini (4/10) bebeberapa aktifitas warga sudah mulai berangsur-angsur normal, seperti pasar tradicional Seba sudah mulai menjual kebutuhan sehari-hari, antrian di SPBU sudah tidak panjang lagi, Bank BRI dan ATM nya sudah mulai bekerja kembali, dan umat katolik mulai berbondong-bondong mengikuti misa di Katedral. (dari berbagai sumber)

Respon Pemerintah
- Pertamina mendirikan tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) darurat di Kota Padang untuk memenuhi pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) pasca gempa 7,6 SR di Sumatera Barat. Stok yang tersedia di Padang saat ini adalah:
a. premium 19.300 KL,
b. Solar 26.000,
c. minyak tanah 5500 KL
d. Avtur 2300 KL
Harga BBM yang sempat melonjak ke angka Rp30.000 per liter itu bukan yang dijual SPBU Pertamina tetapi oleh para pedagang eceran yang membeli dengan jumlah besar.

- Direktur Jenderal Bea Cukai Anwar Suprijadi akan mempermudah proses izin masuknya bantuan dari luar negeri bagi korban gempa bumi di Sumatera Barat, Jumat, 2 Oktober 2009.Surat edaran soal itu dikirimkan ke Kantor Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusumah, Bandara Minangkabau, Bandara Polonia Medan, dan Pelabuhan Tanjung Priok. Jika sudah mengantongi rekomendasi dari BNPB dan diperiksa apakah barang-barang yang masuk sesuai dengan kebutuhan, maka bisa saja masuk.

- Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan rekonstruksi gempa di Sumatera Barat membutuhkan waktu hingga enam bulan. Sebanyak 18.993 ton beras sudah didistribusikan, yaitu divisi regional Sumatera Barat sebanyak 13.424 ton dan Bukittinggi 2.552 ton

- Departemen Kesehatan telah mengirim sebanyak 3.000 tenaga medis. 766 spesialis dari Jakarta, Medan, Palembang, Surabaya, Riau, Palembang, Aceh.

Kebutuhan Mendesak

Sampai dengan sitrep ini dibuat, kebutuhan mendesak masih mencakup evakuasi dan peralatannya, tenaga medis, air bersih, sanitasi, dan tempat penampungan sementara. Kebutuhan mendesak lainnya adalah memperbaiki jaringan komunikasi yang terputus.  Untuk tim di Posko-posko, kebutuhan bahan bakar dan genset menjadi sangat penting untuk menunjang pekerjaan mereka. Genset pun sebaiknya yang berbahan bakar solar, bukan premium, karena lebih murah dan permintaan yang lebih banyak adalah untuk premium (Sumber KARINA)

Comments (0)Add Comment

Write comment
You must be logged in to post a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
Last Updated ( Monday, 05 October 2009 01:00 )  

Data Pengunjung

Kunjungan [+/-]
Hari ini:
Kemarin:
Day before yesterday:
135
96
108

-12
Minggu ini:
Minggu Lalu:
Week before last week:
926
1051
906

+145
Bulan ini:
Bulan Lalu:
Month before last month:
542
3974
2863

+1111
Tahun ini:
Tahun Lalu:
31570
15325
+16245